PUBLIKASI JURNAL PSSN “The Effect of Service Quality and Promotion on Visiting Decisions at Betawi Cultural Villages”

Pusat Studi Sosiobudaya Nusantara kembali melakukan riset di Kampung Budaya Betawi Setu Babakan. Secara garis besar penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan dan promosi terhadap keputusan berkunjung di Perkampungan Budaya Betawi. Penelitian ini menganalisis adakah pengaruh pelayanan dan promosi terhadap keputusan berkunjung calon wisatawan. Adapun metode yang dilakukan penulis yaitu metode deskriptif kualitatif. Sedangkan teknik pengumpulan data yang dilakukan penulis adalah dengan tahap wawancara kepada salah satu kepala pengelola kawasan perkampungan budaya betawi. Adapun hasil dari penelitian ini adalah pengelola perkampungan budaya betawi telah melakukan pelayanan dengan prima yaitu dengan melakukan pengunjung dengan ramah, memperlengkap segala fasilitas, tidak memungut biaya masuk, serta memberikan rasa aman dan nyaman dengan pelayanan dari para pegawainya. Selain itu promosi yang dilakukan cukup menarik yaitu dengan menggunakan media sosial.

PBB atau Perkampungan Budaya Betawi pernah mengalami penurunan pengunjung pada saat pandemi covid-19. Karena masyarakat terpaku dengan virus yang berbahaya, jadi jumlah pengunjung PBB menyusut. Selain itu, UPK PBB juga menerapkan sistem perbatasan. Jadi, pengunjung yang datang dibatasi setiap harinya. Dengan adanya peristiwa tersebut, maka UPK PBB membuat strategi untuk menarik keputusan pengunjung. Strategi yang dilakukan adalah dengan memberikan pelayanan yang baru kepada calon pengunjung. Yang di mana, harapan dari adanya strategi ini adalah dapat menghasilkan kepuasan pengunjung. Tidak hanya itu, harapan lain adalah mereka juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat yang ingin berkunjung ke sana.

Adapun pelayanan yang sekarang dilaksanakan oleh pihak UPK Perkampungan Budaya Betawi ya itu dengan menerima semua tamu tanpa pengecualian, petugas disanajuga sangat ramah mulai dari penjaga pintu masuk yang selalu mengarahkan para tamu, memberikan service yang baik kepada pegunjung, fasilitas yang memadai seperti misal toilet, mushola, atau tempat makan. Serta mereka membuat strategi dengan mengadakan tiket masuk secara gratis, mengadakan layanan hiburan masyarakat, dan layanan edukasi kebudayaan. Strategi ini dilakukan untuk mengembalikan lagi para pengunjung PBB. Kondisi pengunjung PBB pada saat ini berubah drastis. PBB sudah banyak didatangi lagi oleh para pengunjung.

dapun beberapa cara yang perlu dilakukan dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan agar ideal dan dapat mempengaruhi keputusan berkunjung wisatawan yaitu melalui indikator kualitas pelayanan :

  1. Realibility (Keandalan)
  2. Responsive (Ketanggapan)
  3. Tangible (Berwujud)
  4. Empathy (Empati)
  5. Assurance (Jaminan)

UPK PBB telah menerapkan strategi promosi dan pelayanan yang baik, sehingga dapat memulihkan kembali jumlah pengunjung PBB. Kualitas pelayanan dan promosi di Perkampungan Budaya Betawi sangat memberikan pengaruh besar terhadap keputusan para pengunjung. Dengan adanya strategi promosi dan pengelolaan yang baik, calon pengunjung akan tertarik dengan lokasi dan seluruh bagian yang ditawarkan. Dari penjelasan pihak pengelola perkampungan budaya betawi ini menurut penulis sudah cukupmenjanjikan bagi para calon pengunjung untuk mereka datangi. Keramahan para pekerja, kerapihan penampilan para pekerja, dan fasilitas yang diberikan sudah penulis rasakan sendiri. Adanya peningkatan kualitas pelayanan ini adalah salah satu cara untuk pihak UPK Perkampungan Budaya Betawi melestarikan kebudayaan-kebudayaan betawi sebagai salah satu suku yang fenomenal di Ibu Kota ini, peningkatan tidak hanya dari pelayanan saja tetapi dari segi infrastruktur dan sara prasarana sedang dalam tahap perkembanganlebih lanjut guna dapat menarik calon pengunjung lebih banyak. Tidak lepas dari itu saja, dalam sesi wawancara pengelola menjelaskan bahwa mereka akan menyaring para umkm disana agar keseluruhan penjual itu menjual apapun yang bercirikhas betawi. Ini dilakukan agar memperkental unsur kebudayaan betawi di kawasan Perkampungan Budaya Betawi. Pembuatan sekolah kesenian juga digadang-gadangkan akan dibentuk dalam beberapa tahun kedepan oleh pihak pengelola.

Jurnal ini dapat diakses melalui link https://journal.formosapublisher.org/index.php/fjsr/article/view/3516/3146